Teks Foto : Rektor UINSU mewakili Presiden RI menyerahkan menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana X Tahun kepada Guru Besar FDK UINSU Prof Dr Anang Anas Azhar MA, Senin (17/08/2026), di Biro Rektor UINSU Jalan Willem Iskandar Medan. (foto/msj)
MEDAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun kepada Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof. Dr. Anang Anas Azhar, M.A. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara atas pengabdian, kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinannya sebagai aparatur sipil negara.
Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X
Tahun itu berdasarkan Petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor
53/TK/Tahun 2026. Penghargaan diserahkan langsung Rektor UINSU, Prof. Dr.
Nurhayati, M.Ag dalam rangkaian peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan
Republik Indonesia ke-81 di Halaman Biro Rektor UINSU, Jalan Willem Iskandar,
Medan, Senin (17/8/2026).
Prosesi penyerahan tanda kehormatan berlangsung dengan
khidmat dan disaksikan oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta
peserta upacara. Satyalancana Karya Satya diberikan oleh pemerintah kepada
aparatur sipil negara yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan,
kejujuran, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas negara secara
terus-menerus.
Dalam pidatonya, Rektor UINSU Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.,
menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada penerima Satyalancana. Menurutnya,
penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan pengabdian yang
dilakukan dengan penuh integritas memperoleh pengakuan dari negara.
“Satyalancana Karya Satya X Tahun ini bukan sekadar tanda
kehormatan, melainkan simbol kesetiaan, ketekunan, dan konsistensi dalam
memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa dan negara. Atas nama pimpinan dan
seluruh sivitas akademika UINSU, saya menyampaikan selamat kepada para penerima
Satyalancana,” ujar Rektor.
Rektor menegaskan pengabdian seorang aparatur sipil negara
di lingkungan perguruan tinggi memiliki dimensi yang sangat luas. Selain
melaksanakan tugas administratif dan kelembagaan, dosen juga memikul tanggung
jawab untuk mendidik generasi muda, mengembangkan ilmu pengetahuan,
melaksanakan penelitian, serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Pengabdian di perguruan tinggi merupakan bagian penting
dari perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, setiap tugas harus
dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, keikhlasan, dan
semangat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjut Prof.
Nurhayati.
Ia berharap penghargaan yang ada, semakin memperkuat
semangat para penerima Satyalancana dalam melaksanakan tridarma perguruan
tinggi dan berkontribusi terhadap kemajuan UINSU. Rektor juga mengajak seluruh
aparatur sipil negara di lingkungan UINSU menjadikan pencapaian tersebut
sebagai inspirasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian.
Penganugerahan yang dilaksanakan bertepatan dengan
peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu memiliki
makna tersendiri. Momentum kemerdekaan diharapkan mampu membangkitkan semangat
seluruh sivitas akademika untuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa
melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan
publik yang berkualitas.
Penghargaan kepada para penerima Satyalancana ini, juga
menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa dedikasi dan pengabdian sivitas akademika
FDK UINSU memperoleh perhatian dan apresiasi dari pemerintah.
Satyalancana Karya Satya X Tahun diharapkan dapat menjadi
motivasi bagi para dosen dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga
integritas, meningkatkan profesionalisme, serta mengutamakan kepentingan
institusi, masyarakat, bangsa, dan negara dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Semoga penghargaan ini menjadi energi baru untuk terus
berkarya dan mengabdi. Mari kita bersama-sama membangun UINSU menjadi perguruan
tinggi Islam yang unggul, berintegritas, moderat, dan memberikan manfaat nyata
bagi Indonesia. Teruslah menjadi teladan dan inspirasi bagi kita semua,” tutup
Rektor UINSU. ** MSJ

0 Komentar