Di website Dr. Anang Anas Azhar, MA, kami berkomitmen untuk menghadirkan ruang inspirasi dan pembelajaran yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta karakter berbasis nilai-nilai Islami. Kami mendorong pembaca untuk tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membangun karakter, keterampilan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui platform ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami visi dan misi dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Guru Besar UINSU Medan Khatib Hari Raya Idul Adha di Pematang Siantar

Teks Foto : Guru Besar UIN Sumatera Utara Prof Dr Anang Anas Azhar MA, bertindak sebagai Imam dan Khatib pada Hari Raya Idul Adha 1447 H, di Lapangan Parkir SMAN 4 Kota Pematang Siantar, Rabu (27/05/2026).

 

PEMATANG SIANTAR - Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, bertindak sebagai imam dan khatib dalam Sholat Idul Idul Adha 1447 H di Lapangan Parkir SMA Negeri 4 Kota Pematang Siantar.

Prof. Anang yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara menyampaikan khutbah Hari Raya Idul Adha di hadapan ribuan jamaah yang hadir dengan penuh khidmat.

Dalam khutbah Idul Adha, Prof. Anang menekankan Idul Adha bukan hanya momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sarana memperkuat keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial kepada sesama. Ia mengajak seluruh jamaah untuk meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Menurut dia, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS memberikan pelajaran besar tentang keikhlasan, pengorbanan, kepatuhan, serta cinta yang dilandasi iman kepada Allah SWT. “Idul Adha mengajarkan kita untuk mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi mendapatkan ridha Allah SWT,” kata Prof Anang dalam khutbahnya.

Prof Anang juga mengingatkan jamaah agar mampu menghilangkan sifat-sifat kebinatangan yang masih melekat dalam diri manusia, seperti egois, tamak, sombong, dan merasa paling benar.

Ia menegaskan bahwa ibadah kurban harus melahirkan pribadi yang lebih rendah hati, peduli kepada orang lain, dan memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat sekitar.


Selain itu, khutbah Idul Adha tersebut juga menekankan pentingnya cinta seorang ayah kepada keluarga, sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam membimbing keluarganya menuju ketaatan kepada Allah SWT.

Menurut Prof. Anang, keluarga merupakan tempat pertama dalam membangun nilai keimanan, akhlak, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial. “Cinta ayah kepada keluarga bukan hanya diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui bimbingan, keteladanan, doa, perhatian, dan pendidikan akhlak,” katanya.

Melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, Prof. Anang berharap umat Islam semakin mampu memperkuat nilai pengorbanan, menumbuhkan kepedulian sosial, menjaga keharmonisan keluarga, serta menjauhkan diri dari sifat egois dan sombong dalam kehidupan sehari-hari.*a3

 


0 Komentar