Teks Foto : FDK UINSU dan Pemkab Batubara melakukan penanaman pohon Mangrove di Desa Perupuk, Lima Puluh Pesisir, Batubara, Senin (04/05/2026). (foto/msj)
MEDAN – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Pemkab Batubara, menjadi pilot project penanaman Hutan Mangrove di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pasisir, Kabupaten Batubara, Senin (04/05/2026) sore. Penanaman pohon Mangrove itu sekaligus menguatkan UINSU mendukung Program Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Hadir dalam penanaman pohon Mangrove itu Rektor UINSU Prof Dr Nurhayati M.Ag, Bupati Batubara Dr Baharuddin Siagian SH, M.Si, Wakil Rektor IV UINSU Prof Dr Muzakkir MA, Wakil Bupati Batubara Syafrizal MAP, Kepala Biro AUPK Dr Ibnu Sa’dan, Dekan FDK UINSU Prof Dr Hasan Sazali MA, Dekan FITK Prof Dr Tien Rafida M.Hum, Wakil Dekan I FDK Dr Hasnun Jauhari Ritonga MA, Wakil Dekan I FITK Prof Dr Candra Wijaya M.Pd, Wakil Dekan II FDK Dr Elfi Yanti Ritonga MA, Wakil Dekan III FDK Prof Dr Anang Anas Azhar, MA, Kabag TU FDK Asriani S.Ag dan Kasubbag Humas UINSU Subhan Dawawi MM.
Selain dihadiri para pejabat UINSU, hadir juga sejumlah perangkat daerah se Pemkab Batubara. Penanaman pohon Mangrove ini bertujuan merealisasikan sekaligus memperkuat salah bidang Tri Dharma Penguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat. Dua fakultas masing-masing FDK dan FITK UINSU menjadi pilot project kegiatan penanaman pohon Mangrove tersebut.
Rektor UINSU Prof Dr Nurhayati M.Ag menjelaskan, penanaman mangrove ini menjadi bagian dari gerakan menjaga bumi dan lingkungan hidup. Kegiatan ini lanjut rektor, sejalan dengan program Menteri Agama Republik Indonesia dalam memperingati Hari Bumi Sedunia.
“Penanaman mangrove ini harus rutin dilakukan. Bumi kita harus selamat. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara,” katanya.
Prof Nurhayati mengharapkan penanaman pohon mangrove ini perlu terus dilakukan secara cepat dan berkelanjutan untuk menjaga keselamatan bumi dari ancaman krisis lingkungan, khususnya pohon Mangrove sebagai penjaga Pantai agar tidak tenggelam.
Dia mengatakan, hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut, melindungi kawasan pesisir, serta merawat keseimbangan lingkungan di pinggir pantai.
“Pantai di Kawasan pesisir harus kita jaga sebaik-baiknya. Salah satu upaya menjaganya adalah dengan menanam pohon Mangrove untuk mernjaga eko lingkungan yang sering kali mengancam kehidupan di sekitar pantai,” katanya.
Di sela-sela penanaman pohon Mangrove, Rektor Prof Nurhayti menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Bupati Batubara Dr Baharuddin Siagian yang juga alumni S3 KPI FDK UINSU.“Kegiatan ini adalah kolaborasi yang baik antara alumni sekaligus bupati di kabupaten ini. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kolaborasi ini sangat baik dalam mendukung program Kementerian Agama RI,” ujar Prof Nurhayati.


0 Komentar