Powered by Blogger.
Home » » Selama di Indonesia, Raja Salman Rogoh Kocek Hingga Rp 250 Miliar

Selama di Indonesia, Raja Salman Rogoh Kocek Hingga Rp 250 Miliar

Medan - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud kepincut suasana Pulau Dewata. Dia memperpanjang tiga hari masa liburannya di Bali, hingga 12 Maret nanti. Untuk pelesiran ini, Raja Salman dan rombongan diperkirakan merogoh kocek hingga Rp 250 miliar. Wapres JK bilang, semoga saja berdampak wisata di Tanah Air makin terkenal di mata wisatawan mancanegara asal Timur Tengah.

Perihal penambahan masa liburan itu diketahui dari surat Kedutaan Besar Arab Saudi kepada Kementerian Luar Negeri di Jakarta, kemarin. Dalam surat, yang antara lain ditembuskan ke Polda Bali itu disebutkan Raja Salman berkeinginan menambah memperpanjang liburannya sampai 12 Maret nanti. 

Di jadwal sebelumnya, Raja Salman Keberadaan Raja Salman di Indonesia ini termasuk yang terlama dalam kunjungan kenegaraan Raja Salman, yaitu 12 hari. Raja Salman yang membawa rombongan berjumlah 1500 orang, 25 pangeran dan 10 menteri mulai pelesiran ke Bali sejak 4 Maret lalu. sebanyak 800 kamar di empat hotel mewah sudah dipesan untuk tempat menginap Raja dan rombongan yaitu, Saint Regis, Mulia, Laguna, dan Hilton.

Raja Salman menginap di Saint Regist. Sebanyak 123 kamar di hotel ini sudah dipesan sejak 28 Februari sampai 13 Maret nanti. Ada dua kamar khusus, yang dikabarkan jadi tempat menginap Raja Salman yakni room nomor 917 jenis villa dan room 620 tipe suite, termasuk rumah sakit darurat di sebelahnya. Saint Regis adalah hotel yang langsung menghadap laut. Untuk menjamin kenyamanan liburan Raja Salman dan rombongan, kawasan pantai di sekitar hotel dipagari dengan bambu setinggi 3 meter yang dibebat kain putih.

Meski begitu aparat keamanan tidak menutup kawasan wisata elite tersebut. Masyarakat dan wisatawan yang memasuki "Nusa Dua Resorts" di kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), masih mendapatkan akses keluar masuk di kawasan perhotelan tersebut. Hanya saja pengaman yang dilakukan aparat gabungan diperketat mulai di pintu gerbang ITDC. Polda Bali juga mendirikan posko Brimob di kawasan ITDC sebagai tempat bersiaga petugas keamanan.

Sebelumnya, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengungkapkan alasan kenapa Raja Salman memilih Bali untuk berlibur. Kata dia, Raja Salman sangat menyukai laut. Karena itu dipilih tempat yang langsung menghadap ke laut lepas dengan hawa yang stabil. Berbeda dengan kondisi di Saudi. "Jadi, kemungkinan besar beliau akan banyak menghabiskan waktunya untuk menikmati pemandangan laut," kata Osama, akhir pekan lalu. Hanya saja Osama enggan merinci perihal lokasi atau obyek wisata yang akan dikunjungi Raja Salman selama berlibur di Bali.

Selama di Bali memang tidak diketahui agenda wisata Sang Raja selama di Bali. Selain rahasia, kegiatan banyaknya kegiatan pribadi keluarga kerajaan. Tapi pada Minggu lalu, sebagian rombongan terintip menghabiskan liburan di Pantai Pandawa.

Wapres JK mengatakan, perpanjangan masa liburan Raja Salman dinilai bisa menjadi promosi pariwisata Indonesia, khususnya untuk wisatawan mancanegara asal Timur Tengah. Kata JK, keputusan Raja Salman memperpanjang masa liburan di Bali, merupakan bukti bahwa wisata Indonesia itu sangat indah. "Dampaknya itu, pengertiannya bahwa Indonesia memang indah. Itu menjadi suatu promosi yang hebat khususnya untuk Timur Tengah," kata JK, di Jakarta, kemarin.

Hal serupa disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dia bilang liburan Raja Salman ini sama dengan iklan gratis untuk mendongkrak pariwisata Indonesia. Ia pun memprediksi kunjungan wisatawan asal Timur Tengah ke Indonesia akan naik 100 ribu wisman pada tahun depan. "Kami yakin bisa sampai 350 ribu wisman," kata Arief saat ditemui di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, kemarin.

Berapa biaya yang dihabiskan untuk liburan Raja dan rombongannya? Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Asnawi Bahar, memperkirakan lebih dari Rp 250 miliar dihabiskan selama kunjungan Raja Salman di Indonesia. "Minimal Rp 150 miliar dihabiskan selama di Bali," kata Asnawi, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Rinciannya, biaya untuk memborong kamar di Hotel Sait Regis, Laguna, Bali Hiltin, dan Mulia. Plus menyewa 300 mobil mewah, wisata ke Nusa Dua, Uluwatu, kawasan GWK, dan biaya lainnya.

Misalnya untuk hotel Laguna yang memiliki 287 kamar dengan variasi tarif Rp 10 juta sampai Rp 100 juta per malam. Mengambil tarif yang paling murah, estimasinya biaya Rp 14,35 miliar dengan asumsi mereka menginap selama 5 hari. Kemudian St Regis Resort yang mempunyai 123 kamar dengan harga minimal yang sama dan kurun waktu yang sama, maka diperkirakan biaya yang dihabiskan sekitar Rp 6,15 miliar. Untuk biaya pengeluaran di hotel Ritz Carlton dihitung sama dengan yang lain. "Itu belum perhitungan tarif kamar Raja Salman yang mencapai ratusan juta, biaya makan selama di Bali karena hotel kan ditutup untuk umum," jelasnya.

Ditambah lagi sewa mobil mewah 300 Mercedez Benz, dengan estimasi tarif per mobil Rp20 juta per hari. Sisanya mobil mewah biasa seperti Alphard dengan tarif Rp 5 juta dikalikan lagi waktu selama berada di Bali. "Hasilnya mencapai Rp 10 miliar. Kemudian belum termasuk biaya groundhandling, dan lainnya," rincinya. ** rmol

0 comments:

Post a Comment